Berpura-pura menjadi biasa. Ini dianggap sebagai satu-satunya cara supaya tidak ada yang merasa telah-menjadi-istimewa. Jawaban itu sudah menggantung di langit-langit mulut, meminta untuk ditunjukkan kepada yang harus menerimanya. Tapi, karena berpura-pura biasa adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan hati siapapun, maka ia akan tetap tergantung di sana. Ketika nanti yang harus menerima jawaban sudah lelah menunggu, maka dia tidak akan disalahkan. Jika memang harus begitu, begitu saja. Sudah diputuskan sejak awal, bahwa semuanya memang hanya akan menunggu. Menunggu terjadi dengan sendirinya. Apapun itu.
0 comments:
Post a Comment